Showing posts with label Fakta. Show all posts
Showing posts with label Fakta. Show all posts

May 31, 2019

Uraian Cinta dan Lagu "The Thrill Is Gone"


Clouder/ig
Kalau kamu seperti saya, kamu juga akan mengalami kesulitan untuk berpikir tentang konsep ke-TIDAK-jelas-an dari cinta. Cinta jelas merupakan konsep yang samar-samar atau kabur. Kami telah membangun tradisi di sekitarnya, dan ada banyak yang bersikeras bahwa itu hanya dapat dipahami melalui pengalaman, tapi sayangnya kemudian hari ada kata-kata yang merujuk huru-hara hubungan cinta mereka dan mengatakan , "Ternyata saya tidak benar-benar mencintainya." Kata lain, cara mengetahui level cinta apa yang kita jalani dan memahami pemahaman pada hubungan cinta seseorang sehingga orang tidak bisa menjadi buta pada relasi cinta itu sendiri.

Tenang, untuk menjawab masalah di atas ini, dalam sebuah artikel telaah yang telah mengumpulkan lebih dariseribu kutipan [PDF], Robert Sternberg memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang apa sebenarnya cinta itu dengan memisahkannya menjadi tiga komponen: keintiman (intimacy), hasrat (passion), dan keputusan atau komitmen (decision/commitment).

Keintiman:

Sternberg mengatakan "komponen keintiman merujuk pada perasaan kedekatan, keterhubungan, dan ikatan dalam hubungan cinta." Intimasi ini termasuk semua hal emosional yang kamu alami dalam hubungan cinta kamu, di mana kamu menginginkan yang terbaik buat seseorang yang kamu cintai, hormati mereka, bergantung pada mereka, biarkan mereka bergantung pada kamu juga, dan nilai keterlibatan mereka dalam hidup kamu. Ini adalah komponen cinta yang dapat kamu miliki dengan orang tua, teman, dan hewan peliharaan - setara (meskipun beberapa hewan peliharaan (dan teman-teman (dan orang tua kurang dapat diandalkan dari yang lain))).

Gairah:

Bagian kehasratan ini mengacu pada dorongan yang mengarah pada romansa, ketertarikan fisik, pelaksanaan seksual, dan fenomena-fenomena terkait dengan hubungan cinta." Contohnya ialah dalam film berjudul, 50 Shades of Grey.

Keputusan/komitmen:

Komponen keputusan atau komitmen mengarahkan pada, jangka pendek, di mana keputusan bahwa seseorang mencintai orang lain atau siapa saja ia mau, dan dalam jangka panjang; keputusan untuk mempertahankan cinta itu sampai buat satu keluarga (pernikahan).” Ini kayak beberapa film-film romansa yang bermula dari mata, kemudian bermuarah pernikahan. Kamu tahu pasti bahwa semua langkah ini dituliskan. Pertama, karakter kamu mempertanyakan apakah dia sedang jatuh cinta. Lalu dia terobsesi tentang apakah atau bagaimana akan memberitahunya. Lalu ada pertunangan. Setelah itu perencanaan pernikahan. Lalu perkawinan.

Baca juga: Kertas Robek Buat Meu

Keintiman (hati atau sanubari), hasrat (aurat), dan keputusan/komitmen (otak masing-masing). Mungkin belum jelas bagi saya dan kamu tentunya apa manfaat dari dekomposisi atau penguraian semacam itu, tetapi saya pikir Tabel 2 Sternberg menunjukkan: buka PDF di atas ini dan lihat penjelasan di table 2.

Renungkan dan identifikasi hubungan kamu yang gagal saat kamu melihat tabel 2 ini.
Ada delapan kemungkinan himpunan bagian dari berbagai komponen
cinta. Masing-masing himpunan bagian ini berbeda dalam jenis pengalaman cinta
yang memunculkan. Pertimbangkan kasus yang membatasi.

Drama dimulai pada baris ketiga dengan "cinta tergila-gila (infatuated love)" di mana tubuh mau, tetapi tidak ada terkoneksi antara emosi atau kognitif. (Lihat Nip/Tuck.) cinta kosong (empty love) kira-kira adalah cinta dari pernikahan yang baru diatur, di mana komitmen telah dibuat, tetapi gairah dan keintiman belum memiliki kesempatan untuk terbentuk.

"Cinta romantis" atau romantic love adalah cinta dari kencan gelap atau biasa bilang baku cinta di luar nikah, di mana semua kesemangatan ada di sana, tetapi tidak ada yang ingin membatasi pilihan mereka. Berikutnya adalah cinta pendamping atau disebut “companionate love’ ialah mulia, tidak ada keterkaitan dengan hubungan. Para pihak saling peduli satu sama lain dan berkomitmen satu sama lain, tetapi tidak lagi merasakannya seperti itu lagi. Gampangnya di bagian ini ditekankan di Alkitab perjanjian lama di Keluaran pasal 20 ayat 14.

Sementara itu, cinta yang dungu (fatuous love) adalah cinta remaja, siap menikah karena mereka berhubungan seks dan sangat menyukainya. Atau dalam dunia berfileman; contohnya, aktres dan aktor memarenkan film bergenre romansia yang ada cinta-cintaan di sana. Meskipun mereka tidak punya pengalaman tentang keintiman atau tidak baku kenal sebelumnya, mereka bisa berkomitmen untuk baku cinta setelahnya karena cerita cinta dalam film itu memvirusi mereka. Di bagian ini juga mengutarakan tentang orang yang saling cemburuan, kemudian orang tersebut baku putus dengan pasangannya dan lanjut baku bawah dengan laki-laki atau perempuan lain.

Baca juga: Amadi, Please Give Me Your Last 5

Susunan di atas ini adalah penyederhanaan, tetapi kadang-kadang berguna. Ini adalah kerangka yang bermanfaat. Hal ini memungkinkan untuk diagnosis status hubungan yang lebih gampang dan menyediakan bahasa umum untuk berbicara tentang cinta.

Lagu di bawah ini bonus buat pembaca untuk mensinonimkan isi dalam lagunya dan tulisan uraian di atas. Tentukan di mana kecocokan komponennya. B.B. King - The Thrill Is Gone, lagu ini kalau tidak salah perempuan ditinggalkan karena mungkin ada masalah. Lalu Perempuan dia mau kembali mengisi hubungannya. Namun demikian, laki-laki tidak merasa enak. Makanya pelagu berulang-ulang sebut, "The Thrill Is Gone" atau perasaan senang sudah tidak ada untuk terima dia lagi. Kalau teori di atas dikaitkan; maka, perempuan ini lari dari Consummate love (cinta kombinasi penuh dari tiga komponen di atas/cinta sepenuhnya) ke tidak ada cinta sama sekali (Non-love) atau barangkali ada juga kaitannya satu sama lain di komponen-komponen di atas. Tapi jelas bahwa lagu ini lebih ke kecemburuan.

Mar 28, 2018

Ulasan Film: The First Grader

http://cinepop.com.br

Film "The First Grader" adalah berdasarkan kisah nyata yang pegang rekor dunia dimana Kimani Ng'ange'a Maruge, (Oliver Litondo) seorang pria Kenya yang pergi ke sekolah dasar (SD) untuk pertama kalinya pada usia yang ke-84.

Maruge, pada saat atmosfir colonial British, dia tidak pernah dapat pendidikan yang layak hanya karena tekanan, intimidasi, oleh penjajah (British) yang berlebihan. Namun demikian, pada tahun 2002, Pemerintah Kenya mengumumkan pendidikan gratis untuk semua orang. Dengan segera, kelas penuh dengan anak-anak muda yang bersemangat untuk belajar. Di sekolah yang dikelolah oleh Jane Obinchu (Naomie Harris), hanya ada 50 kursi untuk 200 siswa. Maruge dengar sekolah geratis itu melalui FM Radio di daerah sekitarnya. Akhirnya, dia berpikir bahwa inilah saatnya mimpi saya yang dulunya sulit untuk injak kaki di gapura sekolah, saya akan bisa mematangkan cara menulis dan membaca.

Keingintahuannya untuk belajar, Maruge harus berjalan ke sekolah kecil di dekat rumah desanya yang terpencil untuk mendaftarkan diri sebagai siswa baru. Dia awalnya berbalik tetapi, diam-diam tanpa gentar, kembali dan bersikeras dia perlu belajar cara membaca. Jane Obinchu (Naomie Harris) – guru kelasnya sekaligus kepala sekolah, dengan enggan setuju untuk mengambil kesempatan pada Maruge dan menemukan ruang untuknya di ruang kelasnya yang sudah penuh. Meskipun dari pihak sekolah tolak dia, dan katakan kepada Maruge bahwa kamu tidak layak untuk belajar di sekolah SD disini, apalagi umurnya tidak semumur dengan anak-anak disini. Dia mempertahankan keinginannya untuk tetap masuk sekolah tersebut. Jane merasa terpukul dengan Maruge saat dia bilang, “saya dengar Pemerintah mengeluarkan keputusan bahwa semua orang bergahak masuk sekolah tanpa biaya apapuan (gratisan)”. Lagi-lagi guru-guru lain termasuk Jane tidak terlalu mau untuk recruit Maruge. Meskippun begitu, Jane dibiarkan Maruge bersekolah dengan anak-anak SD kelas 1. Saat Maruge menyatakan kata-kata kedua kali yang menurut Jane sebagai guru SD mempertimbangkan dua kali kalau kata-kata itu akan membawa peradaban pendidikan Kenya yang penting untuk di agkat lebih tinggi bagi generasi berikutnya yang lebih baik. Maka, Jane dengan bersedih mendengarkan perkataan Maruge, yakni “Kami ini tidak sama sekali jika kami tidak mampu membaca.” Maruge juga bilang bahwa – “kami ini tidak berguna tanpa tidak tahu pegang pinsil.” 
Kekuasaan ada di pena. "Untuk membaca dan memahami, itu sangat penting. Ini adalah salah satu cara untuk menyelesaikan kemiskinan di antara kita. Dan Alkitab ... Saya tidak mempercayai para pengkhotbah di gereja-gereja.
Jane dan Maruge akhirnya membentuk persahabatan yang santai, dengan Maruge melayani sebagai mentor dan Jane angkat Maruge sebagai asisten kelasnya sambil Jane mendorong and memberi pelajaran private tambahan kepada Maruge untuk menjadi orang yang mampu membaca dan menulis karena tujuan maruge adalah mau tau menulis dan membaca dan dia tidak mengharapkan kalau dia mati tanpa tidak tahu baca dan tulis..

Sayangnya, saat pertukaran guru datang, Jane harus pindah sekolah jauh dari tempat dia mangajar. Dia baik hati tetapi baik bagi anak-anak yang ia tinggali, yang semuanya menggemaskan. Ketika guru baru datang di sekolahnya Maruge, anak-anak tidak setujuh; oleh karenanya, mereka tutup gapura sekolah. Mereka mau guru seperti Jane. Maruge, kemudian, memutuskan untuk mengatur dukungan siswa/I SD untuk kepulangannya. Meskipun anak-anak bersorak setiap langkah yang Oliver Litondo (Maruge) sebagai 84 tahun membuat kebebasan, itu adalah kinerja yang tulus Jane sebagai kepala sekolah yang memenangkan kekaguman terbesar mereka. Dia adalah guru yang penuh perhatian, penyayang, sensitif, ramah, dan menyenagkan yang banyak dari mereka dapat ingat dari masa kecil mereka denganya. Individu yang berdedikasi ini adalah pahlawan yang menempa jalan bagi generasi berikutnya. Mereka layak mendapat pujian dan dukungan tanpa henti.

Drama ini menyentuh semua catatan perasaan yang orang harapkan untuk dipukul dan berpikir dua kali karena kesulitan diatasi, pengampunan dikabuli, pelajaran dipelajari dan hati dihangatkan. Tetapi pertunjukan yang kuat dan estetika visual yang dipelopori membantu mengurangi beberapa potensi sentimentalis film.

Saya suka film ini dan saya merekomendasikan Anda untuk nonton film ini.
Trialnya bisa Anda bisa lihat  disini.



DIRECTOR: Justin Chadwick; SCREENWRITER: Ann Peacock
CAST: Naomie Harris, Oliver Musila Litondo, Tony Kgoroge, Alfred Munyua, Shoki Mokgapa, Vusumuzi Michael Kunene
DISTRIBUTOR: National Geographic Entertainment, BBC Films

Kebetulan saya tidak telaah isi dari film ini secara mendalam, kemungkinan tulisan berikut.

Jan 14, 2018

Alhazen: Buktikan Apa Yang Anda Percaya

Ibn al-Haytham alias Alhazen

Saya sendiri dan mungkin anda juga tidak pernah mendengar tentang Abu 'Al-al-Ḥasan ibn al-Haytham. Di Barat dia dikenal sebagai Alhazen, sebuah bentuk bahasa Latin dari nama depan bahasa Arabnya, al-Ḥasan. Bagaimanapun juga, Anda mendapat keuntungan dari pekerjaannya. Dia telah digambarkan sebagai "salah satu tokoh terpenting dan berpengaruh dalam sejarah sains."

Alhazen lahir di Basra, sekarang di Irak, sekitar 965 C. Dia punya bakat-bakat meliputi astronomi, kimia, matematika, kedokteran, musik, optik, fisika, dan puisi. Apa yang harus kita membilang terima kasih kepada dia?

Irigasi di Sungai Nil
Sebuah cerita tentang Alhazen telah beredar sejak lama. Ini menyangkut rencananya untuk mengatur aliran Sungai Nil hampir 1.000 tahun sebelum proyek tersebut benar-benar dilakukan di Aswân pada tahun 1902.

Seiring ceritanya, Alhazen menyusun rencana ambisius untuk mengurangi siklus banjir dan kekeringan di Mesir dengan membendung Sungai Nil. Ketika penguasa Kairo, Khalifah al-Hakim, mendengar gagasan tersebut, dia mengundang Alhazen ke Mesir untuk membangun bendungan. Namun, saat melihat sungai dengan mata-kepalanya sendiri, Alhazen tahu bahwa proyek itu berada di luar jangkauan atau terlalu sulit untuk men-regulasi. Karena takut akan hukuman dari penguasa yang terkenal tidak stabil ini, Alhazen berpura-pura menjadi gila sampai khalifah tersebut meninggal sekitar 11 tahun kemudian, pada tahun 1021. Sementara itu, Alhazen memiliki banyak waktu luang untuk mengejar bakat lainnya sementara dikurung karena penyakit mentalnya yang pura-pura.

Buku “Book of Optics” adalah Karyanya
Pada saat dia keluar dari psikologi yang pura-pura, Alhazen telah menulis sebagian besar Buku Optik “Book of Optics” tujuh jilidnya, yang dianggap sebagai "salah satu buku terpenting dalam sejarah fisika." Di dalamnya ia membahas eksperimen tentang sifat cahaya, termasuk bagaimana cahaya terbagi menjadi warna penyusunnya, memantulkan cermin, dan membungkuk saat berpindah dari satu medium ke medium lainnya. Ia juga mempelajari persepsi visual dan anatomi dan mekanika mata.
Pada abad ke-13, karya Alhazen telah diterjemahkan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Latin, dan selama berabad-abad sesudahnya, para ilmuwan Eropa meyebutnya sebagai otoritas/PRESTIGE. Tulisan Alhazen mengenai sifat-sifat lensa memberi dasar yang penting bagi pembuat kacamata Eropa yang, dengan memegang lensa satu di depan lensa lain, menemukan teleskop dan mikroskop.

Fakta tentang Alhazen:
Karena metode eksperimentasinya yang teliti, Alhazen telah disebut "ilmuwan sejati pertama di dunia, atau dalam inggris ‘world’s first true scientist’.” 
Dia mengidentifikasi prinsip dasar yang mendasari fotografi modern. 
Karyanya dengan lensa menyebabkan perkembangan dan produksi kacamata awal, mikroskop, dan teleskop.

Kamera Obscura
Alhazen mengidentifikasi prinsip-prinsip yang mendasari fotografi saat ia membangun apa yang bisa berjumlah ke kamera pertama pada piringan hitam (photograph record). Lampiran itu terdiri dari "ruang gelap" yang dimasuki cahaya melalui celah aperture atau lubang lensa ukuran lubang jarum, memproyeksikan gambar terbalik dari di luar ke dinding di dalam ruangan.

Kamera obscura - Alhazen membangun apa yang cenderung menjadi kamera pertama obscura
Pada 1800-an, pelat fotografi ditambahkan ke kamera obscura untuk menangkap gambar secara permanen. Hasilnya? Kamera. Semua kamera modern - dan memang mata itu sendiri - menggunakan prinsip fisik yang sama seperti kamera obscura/ruang gelap.

Metode Ilmiah
Aspek yang menonjol dari karya Alhazen adalah penelitiannya yang teliti dan sistematis terhadap fenomena alam. Pendekatannya paling tidak biasa untuk zamannya. Dia adalah salah satu peneliti pertama yang menguji teori dengan eksperimen, dan dia tidak takut mempertanyakan kebijaksanaan yang diterima jika bukti tersebut tidak mendukungnya.

Penilaian dari orang
Sebuah ajaran atau keyakinan ilmu pengetahuan modern dapat disimpulkan oleh diktum: "Buktikan apa yang Anda percaya!" Beberapa orang menganggap Alhazen sebagai "bapak metode ilmiah modern." Atas dasar itu, kita harus berterima kasih kepadanya.
Jim Al-Khalili  meninai "Dia Mengajarkan Kita Bagaimana 'Melakukan' Ilmu Pengetahuan"

Menurutnya, kebesaran Alhazen adalah "tidak begitu banyak konsekuensi dari setiap penemuan revolusioner tunggal. . . Sebaliknya, inilah cara dia mengajari kita bagaimana 'melakukan' sains. "Bukunya Optik digambarkan sebagai" buku teks sains sejati, "lengkap dengan deskripsi percobaan, aparatus, pengukuran, dan hasil yang tepat.

Referensi:

Nov 23, 2017

Film: Selma



Nopjr - Film ini dibintangi oleh: David Oyelowo, Carmen Ejogo, Oprah Winfrey, Tom Wilkinson, André Holland, Nigel Thatch

Film Selma ini adalah sebuah film berdasarkan peristiwa faktual yang terjadi di sebuah kota bernama Selma negara bagian Alabama, Persatuan Amerika pada tahun 1965 silam. Tahun yang sama di Indonesia juga telah terjadi peristiwa yang terkenal (1965-1966-pemusnahan anggota Partai Komunis Indonesia dan simpatisan komunis lainnya). Juga, Tonggak sejarah Papua yang pertama pencetusan berdirinya OPM di Manokwari, 1965. Sebelum Martin Luther King menerima hadiah Nobel perdamaiannya pada tahun 1964 dan dia tercacat dalam sejarah bahwa penerima hadia Nobel Prize berkaliber ini dalam usia yang sangat muda, Martin Luther King (David Oyelowo) memulai gerakan hak-hak sipil dengan presiden AS yang ke-36, Lyndon B Johnson (Tom Wilkinson) dan meminta undang-undang liberal untuk mengizinkan warga kulit hitam mendaftarkan pemungutan suara mereka. Selama film tersebut, istri Martin Luther King (Carmen Ejogo) bertemu dengan aktivis kulit hitam Malcolm X (Nigel Thatch). Pertemuan tersebut tidak disambut dengan baik dengan Martin Luther King, meskipun dia melihat mereka memiliki tujuan yang sama untuk melawan ketidakadilan, dia tidak setuju dengan cara Malcolm X menjalankan bisnisnya.

Puncaknya adalah saat pawai berlangsung dari Selma ke Montgomery. Peristiwa penting ini tertangkap kamera dan rekaman sebenarnya dari demonstrasi nyata ditampilkan di layar.
Saya secara pribadi benar-benar menikmati film ini karena memberi saya wawasan besar tentang masalah dan pengorbanan yang harus dilakukan orang, keberanian, komitmen, tekad mereka untuk berdiri dan mengumumkan apa yang mereka yakini tidak peduli apa konsekuensinya. King dan koleganya benar-benar memperjuangkan hak memilih. Mereka tidak takut mati mencari ketidakpuasaan tersebut, hanya ada dalam benak mereka adalah puas ketika nama mereka ada terdaftar dalam hak memilih, yakni mereka juga layak memilih saat segala pemilihannya tiba.

Positif dari film ini adalah akting yang luar biasa, para aktor dan aktris memainkan peran mereka dengan sangat baik sehingga Anda langsung tertarik ke film dari offset/perlawanan.

Kalau sisi buruknya adalah dalam kehidupan nyata Martin Luther King dan Lyndon B Johnson saling menghormati satu sama lain namun dalam film mereka tidak menggambarkan hal ini dengan cara yang sama namun ini mungkin dilakukan untuk efek dramatis.

Jangan ragu untuk menghubungi saya di sini atau melalui twitter dan facebook saya untuk memberi pendapat Anda di film ini atau menyarankan film yang harus saya tonton selanjutnya.

Penampilan Pria Favorit: Martin Luther King - David Oyelowo
Penampilan Wanita Favorit: Coretta Scott King - Carmen Ejogo

Oct 14, 2017

Carolina Cory Kayame, Saat Landas di Airport Enarotali


Whatever we believe about ourselves and our ability comes true for us.” —Susan L. Taylor,  Jurnalis Amerika


x


Carolina Cory Kayame (31) adalah perempuan asli Papua pertama yang berhasi dilabelkan menjadi pilot selain perempuan-perempuan luarbiasa lainnya dalam hal dunia pengemudi kendaraan burung besi (pesawat). Ia telah menerbangkan Pesawat Cesna Caravan PK ICY dari bandara udara Douw Aturure, Kota Lama, Nabire, (yang nama bandaranya adalah saat ini dikecewakan oleh banyak orang karena mereka diberi nama bandara new-person/position in the land punya nama, mereka pikir nama bandara itu seharusnya bandara Karel Gobay sebagai bupati OAP (orang asli papua) pertama 1969-1972 setelah AKBP Drs. Soerodjotanojo, SH.) ke Paniai, Minggu (2/0613). Ia sampai selamat di bandara “Awetako Enaa Agapida”, dalam Indonesia, “Hari Esok Lebih Baik dari Hari Ini”, kalau dalam Ingrris, “Tomorrow is Better than Today” Paniai, Papua.

Ketika Cory Kayame sampai di lapangan terbang Enarotali Paniai, puluhan perempuan berpakaian adat menyambut dia dengan pelukan, ciuman dan tangis.

“Jujur saja, saya tidak tahu harus berkata apa ketika mereka memeluk saya,” tutur Cory anak kedua pasangan Hengky Kayame (sekarang Bupati Paniai)-Anuaria Gobay.

“Saya merasa bangga saya tercatat menjadi pilot perempuan pertama di Papua dan Papua Barat, (dalam sejarah Papua dua provinsi ini jadi satu: WEST PAPUA). Saya yakin jika ada niat baik di hati dan kerja keras, pasti Tuhan akan menolong. Utamakan Tuhan dan tentunya di mana ada kehidupan di situ ada harapan dimana dia diistilahkan idiom Inggris hope springs eternally” ujar Cory.

Lebih lanjut, kata dia, manusia memiliki kecerdasan yang diberikan oleh sang pencipta. Tinggal bagaimana manusia itu mengolah kecerdasan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan sesama. Terkadang, orang merasa bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan, sehingga niat untuk berusaha menjadi tertahan, atau hopeless.

Ayahnya, Hengky, berkisah soal pengalaman kecil Cory. “Sejak kecil Cory takut terbang dengan pesawat. Bila ada goncangan dalam pesawat dia memeluk ibunya,” kata ayahnya.

Niat menjadi pilot muncul sejak Cory duduk di bangku SMA. Tiap kali pulang kampung ke Paniai atau Wamena, dalam benaknya, terekam sulitnya warga bepergian. Kondisi alam memaksa warga untuk menggunakan pesawat. Padahal, ongkos naik pesawat sulit dijangkau kebanyakan warga yang hanya petani.

Pilot perempuan itu membayangkan bila ada warga yang sakit dan tidak bisa dirujuk hanya karena tidak punya uang untuk naik pesawat.

“Saya tidak pernah berpikir akan jadi pilot. Tapi, setelah melihat kondisi Papua yang sulit dan terisolasi, saya berpikir tentang sesuatu yang bisa saya buat. Saya bersyukur orang tua mendukung,” kata alumni SMAN 1 Jayapura (hanya kelas 1) ini.

Lanjut Kory, “Saya percaya perempuan lain di Papua juga pasti bisa. Saya bersyukur, pertama kepada Tuhan dan kepada kedua orang tua saya yang telah mendukung saya. Tidak pernah saya bayangkan jadi seorang pilot. Tapi setelah saya melihat kondisi alam Papua yang terisolasi terutama dari jangkauannya, saya berpikir bahwa saya akan lakukan sesuatu berdampak baik di mata masyarakat Papua, makanya dalam pikirannya terinspirasi dengan kata-kata Hillel the Elder tokoh pemimpin religius terkenal asal Yahudi, yaitu: “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” jika diterjemahkan "If not us, who? If not now, when?.

Perempuan kelahiran 14 Juli 1986 di Wamena itu menapaki jalan panjang sejak belajar di SD Santo Yusuf, Wamena. Selama dua tahun, Cory harus menjalani kelas III di SD Negeri Inpres Hedam Abepura. Dia lalu masuk SMP Santo Paulus Padang Bulan dan SMUN 1 Jayapura. Setelah setahun di SMU 1 Jayapura, dirinya melanjutkan kelas II dan kelas III SMA di Australia.

Setelah lulus SMA di Australia pada 2006, Cory mengikuti kursus bahasa Inggris selama enam bulan. Setahun kemudian, pada 2007, dia diterima di sekolah penerbangan di Lilydale, Australia, dengan tempat training di MAF (mission aviation fellowship). Di tempat itu, dirinya belajar flight training pada 2007-2009.

Akhirnya, setelah mengikuti program teknik mesin selama setahun, Cory bisa mengikuti program test flight pada 2011.


“Saya memulai dari pesawat kecil jenis Cesna 172, Cesna 256, dan Cheroke selama training. Sekarang saya sudah menyelesaikan semua program studi, tinggal bagaimana mengabdi,”kata dia berkisah.

Sumber:






Sep 1, 2017

Baca Buku Kurang Menyenangkan, Betul ka Tra?

"Saya Tidak Baca buku untuk mendapatkan kecerdasan, Saya baca untuk lari dari realita."





Buku disebut sebagai jendela dunia, buku sebagai guru yang baik, buku sebagai pelita ilmu, tak ayal hanya sebuah mitos. Mitos buku telah ditanamkan pada benak manusia sejak bayi. Kita terlalu lama menerima doktrin akan buku yang begini, yang begitu. Buku yang katanya dapat mencerdaskan manusia adalah angan-angan yang terlalu membosankan.

Berdasarkan hasil survei UNESCO pada tahun 2012 menunjukkan indeks tingkat minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01%. Bisa diartikan, hanya ada 1 dari 1000 orang yang masih mau membaca buku. Satu dari 1000?  Berarti jika kamu suka membaca buku, maka ada satu batalion orang yang waras. 999 orang sisanya selain kamu sudah menyadari bahwa membaca buku seperti menyiram tanaman saat hujan. Buat apa? Percuma. Dengan rasio ini, berarti di antara 250 juta penduduk Indonesia, hanya 250.000 orang saja yang masih minat membaca. Sedangkan pengguna internet di negeri ini telah mencapai angka 112 juta jiwa pada 2017. Lihat, dengan pengguna internet sedemikian banyak, saya yakin dalam 1-2 tahun lagi generasi muda Indonesia akan membawa negeri ini kembali menjadi Macan Asia. ingat itu. 

Saya punya fakanya kalau membaca buku adalah percuma. Dengan minat baca yang demikian rendah, Indonesia sekarang bisa menjadi salah satu negara berkembang yang cukup pesat. Buktinya, semakin banyak orang-orang pintar yang duduk di dalam ruang paripurna, angka kelulusan siswa sekolah mendekati 100%, para balita semakin pandai mengoperasikan teknologi digital (gadget), semakin banyaknya orang dengan lapisan gelar deppan belakang, dan masih banyak lagi. Ingat, itu semua diraih dengan 0,01% minat baca. Artinya, buku tidak hebat-hebat amat seperti yang digemborkan. 

Selain itu, buku bukanlah hal yang praktis. Juga mahal. Anggaplah rata-rata sebuah buku dengan harga Rp50.000. Dengan nominal sekian, lebih baik membeli pulsa data (interNET). Bahkan masih ada uang kembali barang seribu-dua ribu. Juga tidak perlu jauh-jauh mengunjungi toko buku, warung sebelah pun menjual pulsa. Dari harga dan efisiensi waktu saja, sudah terlihat jelas betapa lemahnya buku. Ilmu di internet jauh lebih banyak, lebih mudah didapat. kasih tahu queen Google saja, kamu butuhkan adalah hanya kata kuncu, Tidak perlu memegang buku berlembar-lembar dengan berat sekian kilo, cukup modal jempol, ribuan ilmu sudah dapat diakses. Belum lagi dengan kemampuan copy-paste jika sedang membuat tugas atau dalam pekerjaan. 

Buku adalah benda yang sangat membosankan, terlebih jika kita berkunjung ke toko buku atau perpustakaan, sangat menyeramkan, karena keadaan di dalamnya yang sangat sepi. Isi dari buku hanyalah deretan huruf, huruf, dan huruf atau ang- angka dan angka. Apa menariknya? Belum lagi kebanyakan buku hanya terdiri dari warna hitam dan putih. Sangat jauh dibandingkan dengan smartphone yang lebih atraktif dan menghibur. Apalagi jika sedang bosan, proses mencari ilmu bisa disela oleh update status atau stalking sosmed, tapi lebih ke-membagi kebahagiaan kepada teman-teman di sosial media. kalau Buku? Mana bisa seperti itu. Yo too??

Di negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda, siswa SMA diwajibkan untuk menamatkan/harus diselesaikan baca buku sekitar 20 judul buku sebelum mereka diluluskan oleh sekolah. Sedangkan di Indonesia, semenjak Pak Harto belum disunat hingga kini, tidak ada kewajiban dari sekolah atau pemerintah kepada siswanya untuk menamatkan bacaan. Saya jadi kasihan kepada anak-anak di Eropa sana. Betapa membosankannya hidup mereka harus dihabiskan dengan membaca. Negara-negara dengan sistem pendidikan yang konservatif. Berbeda dengan para anak muda di Indonesia yang sudah diberikan kemerdekaan sejak dini. Terbebas dari belenggu buku yang membosankan.

Lihat bagaimana bahagiannya anak-anak muda di Indonesia saat wisuda atau tamat dari institusinya. Maka bagi saya, wajarlah mereka yang baru saja lulus sekolah lantas merayakan dengan corat-coret seragam. Itukan feeling happiness. Tidak seperti anak-anak di Eropa sana yang kehidupannya menyedihkan karena ranselnya selalu berat dengan buku-bukuan. Yang penting lulus. Kuliah.

Kurangnya minat baca bukan lantaran kami ini miskin lantas tidak bisa membeli buku. Perlu ditekankan. Kami mampu-mampu saja jika harus membeli buku, tapi toh buat apa? Baik, saya buktikan bahwa penduduk Indonesia rata-rata mampu untuk membeli buku. Dalam satu bulan untuk memperoleh informasi, anggap saja rata-rata orang Indonesia menghabiskan Rp100.000 untuk anggaran pulsa smartphone, lalu Rp300.000 untuk membayar siaran tv kabel, lantas Rp500.000 untuk membayar tagihan internet. Lihat? Kata siapa orang Indonesia miskin sehingga tidak mampu membeli buku? Bahkan coba saja kamu ke kolong jembatan, atau menengok ke dalam rumah-rumah kardus di bantaran rel kereta, mereka semua mengenggam ponsel. Bahkan ponselnya pintar. Saya tekankan, bukannya orang Indonesia tidak mampu membeli buku. Hanya saja buat apa? itu fakta saya sendiri lihat mata kepala saya di Jakarta. saat saya lagi naik Go-ride, di per4an keadaanya traffik maka sat itu mas ojek diperhentikan sambil tunggu kemacetan redah saya lihat ada beberapa homeless dipegani HP new release. kalau saya bilang HP new release, tentu anda paham. Kita kan generasi milenium 1996 sampai sekarang. masa Ko tidak tau tu!

Buku itu kuno, mitos, sekali lagi. Jika ada survey atau lembaga yang menyuarakan wajib membaca buku, saya bisa tekankan, itu adalah upaya pelemahan bagi penduduk Indonesia. Negara-negara Barat yang sedang mengalami krisis tentu iri melihat kecanggihan penduduk Indonesia, yang bahkan bayi bisa mengoperasikan telepon pintar. Maka, mereka menggaungkan wajib membaca agar pola pikir penduduk Indonesia kembali mundur. Logikanya, buat apa diciptakan teknologi yang sedemikian canggih sehingga bisa memudahkan manusia untuk mendapat informasi, jika masih harus membaca lembaran-lembaran kertas? Kuno. Oh Iya ini yang PENTING ini! lagi, buku yang notabene menggunakan kertas adalah bentuk dari penghamburan sumber daya alam (pohon). Mau botak apa itu, kita butuh go green. 

Sebenarnya pemerintah Indonesia sudah menyadari akan kesia-siaan fungsi buku sejak tahun belakangan silam. Pemerintah telah menyadari bahwa buku adalah bom waktu yang dapat meledak kapan saja dan membawa Indonesia ke dalam masa kegelapan. Lihat bagaimana pemerintah sempat membakar buku-buku para sastrawan, menyita, atau dilarang terbit. Lihat juga bagaimana cara pemerintah Indonesia melarang dan membubarkan diskusi-diskusi tentang buku dan bedah buku. Contohnya, Diskusi dan bedah buku berjudul ‘Islam Tuhan Islam Manusia’ yang digelar hari ini di IAIN Surakarta mendapat pengawalan ketat aparat gabungan Polri dan TNI. Juga, beberapa mahasiswa Papua di Yogyakarta selenggarakan launching, sekaligus bedah buku berjudul “Papua Versus Papua: Perubahan dan Perpecahan Budaya” yang ditulis oleh I Ngurah Suryawan, Dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat. Saat acara berlangsung, 15 Orang Reserse (mata2 polisi) didatangi dan membuat mereka trauma.                                         
Belakangan, perpustakaan nasional mendukung pemerintah untuk memusnahkan beberapa buku. Baguslah, pemerintah kita semakin cerdas menghadapi bahaya laten yang ditimbulkan oleh buku. Setelah tidak mewajibkan para siswa membaca buku, kini buku-buku mulai dibakar. Sebentar lagi. Hanya sebentar lagi Indonesia memasuki masa keemasan seperti yang dijanjikan oleh kitab Jayabaya.     


Terbaru, World’s Most Literate Nations yang disusun oleh Central Connecticut State University tahun 2016 menyebutkan bahwa peringkat literasi Indonesia berada pada posisi 60, dari 61 negara yang diteliti. Indonesia satu tingkat di atas Bostwana.

References: 
1. http://edukasi.kompas.com/read/2016/08/29/07175131/minat.baca.indonesia.ada.di.urutan.ke-60.dunia


2. http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/05/19/survei-unesco-minat-baca-masyarakat-indonesia-0001-persen/
3. https://bukuohbuku.wordpress.com/2008/07/27/acara-bedah-buku-papua-irian-barat-berakhir-rusuh/
4. https://www.rappler.com/indonesia/169376-polisi-kawal-diskusi-buku-iain-surakarta
5. https://sapusuara.blogspot.com/2017/08/launching-bedah-buku-kami-didatangi-15.html




Jun 29, 2017

Selamat HUT Pak Ahok; Seharusnya Jakarta yang Beri Ahok Kado

Seharusnya ko (Jakartarian yang beri Ahok kado)
Ahok HBD's cake/http://lampung.tribunnews.com


Kemarin, 0-H (exact day by Ahok’s birthday) 29 Juni 2017, mantan gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama atau lebih akrab dipanggil Ahok berulang tahun yang ke-51.  Perayaan hari ulang tahunnya yang silam tidak sama dengan tahun ini, beliau merayakan hari jadinya di dalam 'markas brimob'. Pasti suasananya berbeda. Pasti rasanya tidak sama seperti ulang tahun beliau yang sebelumnya. Let’s say, ulang tahun kali ini Ahok jauh lebih indah. Walau fisiknya tertahan di markas brimob, tapi bunga, surat, ucapan, kue ulang tahun serta barang-barang lain menjadi kado manis baginya di dalam suasana disana. Masa tahanan 2 tahun kedepan, tidak perluh diberatkan bagi beliau, justru dukungan bagi beliau jauh lebih deras ketimbang saat dirinya masih menjabat sebagai gubernur DKI, apa lagi kalau orang-orang hebat yang hatinya tercurah dan memperjuangkan demi kehidupan masyarakat yang tentram, umat Tuhan selalu mendoakannya. Hasilnya, ada dua pilihan yang bisa beliau pantas untuk mendapatkan hasil nanti setelah Ahok keluar dari penjara yakni: jabatan (Presiden) atau hadiah (Nobel Prize). Kalau tidak jadi Presiden sebab ada kutipan dari pemimpin sekaligus presiden pertama Afrika Selatan, Nelson Mandela sekali katakana, “In my country we go to prison first and then become President. Nelson Mandela” …… who knows?

Pace mace, kawan-kawan, mba-mas-mas, sadarkah kalian berapa banyak nilai karakter good politic yang benar sudah beliau mengajar kepada kita (all indonesians) pada umumya. Sadarkah kalian segenap  mba-mba dan mas-mas DKI (ibu kota Indonesia) kado yang Ahok beri untuk kamu warga Jakarta? Bukankah Ahok yang berulang tahun? Mengapa beliau yang memberi kado? untuk siapa? Mungkin sebagian besar dari kalian tidak sadar bahwa beliau sudah memberikan gift terindah di kota kita DKI (Indonesia pu ibu kota) selama masa kepemimpinannya. Walau bukan dari pundi-pundinya sendiri, namun semua kado ini adalah hasil pemikirannya (hasil karyanya). Let’s look at satu-per satu kado dari Ahok untuk DKI, seperti observer dari kami orang timut Indonesia.

(1). RPTRA Kalijodo. Tempat yang tadinya adalah 'pusat neraka' di Jakarta dirubah menjadi taman yang indah untuk bermain bagi warga Jakarta. Dulu kata orang atau biasa keluar setiap media-media, tempatnya meeting the worst things dan orang tua mana yang mengizinkan anaknya bermain di kawasan Kalijodo dan sekarang, orang tua mana yang melarang anaknya bermain di Kalijodo? RPTRA Kalijodo saat ini layak untuk bermain, ada area skateboard, jogging, atau untuk sekadar bersantai di sana.

(2). Berkurangnya titik banjiran. Lihat saja sebelum Bapak Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI 2012, kata 'banjir' seakan sudah menjadi kata wajar ketika musim hujan datang dan Jakarta seakan digebrak bahwa banjir harus dihilangkan atau setidaknya dikurangi. Dan ketika Pak Jokowi naik jadi Presiden, lalu Ahok menggantikan beliau, Ahok meneruskan tugas berat itu. Saat ini, sampai terakhir kali Pak Ahok duduk di kursi gubernur, titik banjir berkurang hingga hampir 80%-90%,  Tribunnews.com

(3). Berkurangnya kawasan kumuh. Penggusuran menjadi teman akrab bagi lawan politik Ahok. Semakin Ahok banyak menggusur, semakin senang lawan politik beliau. "Bersama saya tidak akan ada penggusuran.", kurang lebih begitulah kata lawan politik Ahok. Tapi, bagi yang mengerti arti pembangunan berkelanjutan, penggusuran ini seharusnya didukung penuh. Penggusuran tidak dilakukan dengan sembarangan. Sudah dipertimbangkan dan dipikirkan secara matang. Bangunan di bantaran sungai, di daerah jalur hijau, layak digusur, layak dibongkar, demi kepentingan kota Jakarta. Inilah kontroversi yang Ahok buat. Pembenci Ahok kebanyakan datang dari warga yang rumahnya dan tempat tinggalnya digusur. Padahal, Pemprov DKI yang dipimpin Ahok pun sudah sangat baik, menyediakan hunian pengganti yang jauh lebih layak daripada tinggal di pinggir sungai, yaitu rusun-rusun yang sudah dibangun. Kompas.com.  Tra puas ka?

Masih banyak gebrakan dan inovasi yang Ahok buat untuk kota Jakarta. Namun, diatas adalah beberapa hal yang cukup signifikan bagi kemajuan Jakarta hingga beliau terpaksa meletakkan jabatannya. Walau, fisiknya tertahan, namun beliau sudah mengukir sejarah indah dan memberi kado manis bagi warga Jakarta, terlepas dari para pencinta maupun pembenci Ahok. Di fitnah dan dihujat bagaimana pun, ukiran sejarah yang beliau buat tidak akan pernah pudar.


Pak Ahok ko tra kosong (luar biasa) khusus buat seantero sipil DKI Jakarta.  Pak untuk setiap kado yang ko beri untuk mereka. Ko yang ulang tahun, tapi ko sudah beri kado terindah untuk mereka dalam masa kepemimpinanmu di Jakarta. Ingat pak: “bahwa kegagalan adalah sebuah event, tidak dari orang”. Selamat ulang tahun, Pak BTP Ahok, Tuhan jaga selalu.

Apr 30, 2017

Diferensial Pola Pikir Mahasiswa Indonesia dengan Mahasiswa Luar Negeri

google/images


Siswa atau yang mendapatkan nama suffix “maha” menjadi mahasiswa yang pada umumnya adalah anak muda yang berjiwa emas. Katakanlah, mereka adalah kaum intelektual, berkreatifitas tinggi, generasi yang paling cepat merespon perubahan, bertatakrama, dan pastinya berpendidikan. Tapi apakah semua mahasiswa itu persis sama? Apakah ada perbedaan terhadap pengaruh budaya, social, lingkungan terhadap perilaku anak-anak muda ini yang notaben-nya mereka semua adalah bisa dibilang Maha-Siswa. Sekarang, sebenarnya kondisi para generasi bangsa ini, khususnya di Indonesia, apakah ada baik-baik saja? Jika generasi bangsa ini kita membedahkan dengan generasi bangsa negara lain? apakah masih terlihat baik?

Ada beberapa mind-set Mahasiswa yang sangat berbeda jauh antara Mahasiswa Indonesia dan Mahasiswa di luar negeri:

1. Sebagian besar kampus di Luar Negeri, tra ada sistem absensi

Beberapa Kampus di luar negeri gak pake sistem absensi, ini karena Mahasiswa disana sudah sangat sadar mengenai pentingnya belajar. Jadi gak ada absensi pun mereka tetap datang, mereka tetap hadir mengikuti pembelajaran di kelas. Yang penting akumulasi tugas dan ujiannya bagus, itu sudah bisa naik ke semester berikutnya. Gak da sangkut pautnya dengan kehadiran. Paradigma dan kebiasaan yang benar-benar patut di jiplak.

2. Sosial media epenkah? Makanan boleh!

Mahasiswa di luar negeri sangat jarang yang tahu apa itu Path, Instagram, Twitter dan beberapa jajaran Sosial Media lainnya, yang hampir semua Mahasiswa di Indonesia merasa tra konfidensi kalau tra punya. Buat Mereka, terlalu “kill time” untuk mengetahui apa yang orang lain lakukan. Itu juga yang membuat mereka mempunyai lebih banyak waktu tuk membaca buku atau berdiskusi mengenai aliran pemikiran mereka terkait dengan berbagai topik. Hal ini lebih link ke budaya mereka, yang terkesan individual.

3. Kerja ½ time. Wibawa mereka?

Sebagian besar Mahasiswa Indonesia itu gengsinya setinggi gunung maunya kerja yang ini, yang itu. dilema ini itu. Kalo di luar negeri kebanyakan mahasiswa kerja part-time, dan gak pilah pilih, juga gak jadi penilaian dari mahasiswa lainnya mengenai pekerjaan orang lain. Mulai pelayan restoran, kasir Dept Store, Pegawai pom bensin, penulis, banyaklah. yang waktunya mereka bisa bagi dengan perkuliahan. Kerja tra membuat mereka geng si, buat mereka lebih gensi itu kalau minta $/Rp sama orang tua.

4. Kemampuan nomor 1, penampilan nomor 100000.

Yang dimaksudkan disini mengenai prioritas keuangan mereka , kebanyakan dari mahasiswa luar negeri lebih mengutamakan prioritas pemanfaatan keuangan mereka untuk keperluan kuliah, setelah kebutuhan kuliah sudah keluar semuanya, baru pikir yang aktifitas lainnya. Kalau di compare dengan gaya hidup mahasiswa di Indonesia, sebagian besar (tra semuanya) lebih mengutamakan belanja keperluan ini itu, untuk sekedar memenuhi #trend gaya hidup. Beli Handphone/, things that is new released!. Beli buku? Korek kepala dulu.

5. Party at the time, Study in the moment.

Pada saat belajar, ya? belajar. Pada saat party, ya? party. Ini salah satu budaya Mahasiswa di beberapa Negara maju. Mereka tetap party, tapi kuliah tetap masih jadi prioritas. Intinya, semua dilakukan pada waktu dan tempatnya. Bukan karena follower gaya hidup, party sana sini, kuliah jadi #1.

6.Tetap ke kampus, walaupun tra ada dosen.

Mahasiswa di luar negeri, mereka sangat concern dengan study mereka. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tugas dan budaya belajar di perpustakaan serta persaingan yang sangat ketat. Oleh karena itu, walaupun tra ada jadwal kuliah mereka tetap datang ke kampus. Kalau Mahasiswa di Negara kita, what looks like? sebagian besar (sekali lagi, tra semuanya) ke kampus kalau ada jadwal kuliah, kalau tra ada ya! tra juga.

7. Budaya membaca, jauh panggang dari api!

Budaya membaca mahasiswa di Indonesia, jauh panggang dari api - Gimana mau matang. Mahasiswa di luar negeri rajin baca buku, bahkan rata-rata mahasiswa di luar negeri membaca 1-2 buku perminggunya. Prinsipnya, kalau mau jadi sarjana harus baca ribuan buku. Di Indonesia, kalau mau jadi sarjana tra perlu baca buku.

Melihat dan mengadopsi budaya orang lain, kalo itu positif, kenapa tidak. segera buat perubahan positif. dimulai dari diri sendiri, yang pastinya akan berdampak bagi diri sendiri, dan orang lain bisa baca dari kebiasaan anda kemudian hal positif tersebut bisa tersebar ke pelosok tanah kita tercinta kalau itu dilakukan secara bersama – sama, akan memberikan dampak yang baik bagi bangsa ini. Miris lihat Indonesia, kalau Mind Set generasinya masih itu-itu saja.

Source: petik2kan dari lain.

Mar 30, 2017

Memanusiakan Manusia Dengan Ko Pu Sikap

Foto:rasserie-expo.co.id/Ilustrasi
Baru tiba dari Nabire, saya diajak jalan-jalan oleh seorang kakak mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura berkaitan tata-berkelolah di bidang keuangan dengan crew-crew media online Kabarmapegaa.com, saya dapat inspirasi, atau suasana hati yang menjiwai saya secara mendalam lagi seperti sejagat sering disebut “re-mood”. Sore itu saya dengan kak menuju agenda meeting terkait finansial tersebut itu, mereka dititlelkan (credit union) di mall saga, Abepura Papua bersama jajaran direksi dari kabarmapegaa.com.Tong bisa dibilang meeting penting yang harusnya saya fokus menyimak. Tapi entah kenapa saya jadi gagal fokus, seharusnya saya menyimak/mendengarkan klien dan pimpinan kabarmapegaa.com apa lagi saya adalah seorang pra-mahasiswa baru, tiba juga pagi hari sorenya ikut kak dong meeting namun ujung mata saya bergerak mengamati ke arah lain. Fokus saya malah ke meja lain yang dimana mereka juga meeting sama seperti kami tapi dong dari suatu perusahan tertentu tidak kayak kami pakaiannya yang serba biasa tapi rapi. Saya tidak mengulas apa yang dibicarakan oleh segenap kru kabarmapegaa.com, tapi akan saya ulas ini adalah seorang mace yang waktu itu ikut bersama majikan keluarganya.

Saya mangamati mace muda berkaos kuning yang mungkin usianya belum genap 20 tahun. Saya sudah mulai perhatikan dari dia masuk sampai kami selesai meeting meninggalkan mall saga itu. Mace muda itu masuk berjalan perlahan dibelakang seorang Ibu dan keluarganya berpakaian dress putih berbunga-bunga rapih lagi. Lalu mereka berjalan menghampiri meja di sudut setempat kami berada yang sudah duluan di order satu keluarga kecil. Tampilan mace itu seperti asisten rumah tangga. Kaos kuning, celana pendek rumahan dan sendal jepit. Lalu apa yang keliruh? tra ada yang salah to. Cuma saya ingin sharing saja apa yang saya lihat, siapa tahu bisa jadi pelajaran untuk sa dan ko yang baca tulisan ini.

Pertama, pakaian yg digunakan wanita tersebut. Menurut saya tidak wajar, sekalipun dia hanya pembantu, atau yang penjaga orangtua atau anak-anak kamu, harusnya bisa dong diarahkan memakai pakaian layak untuk masuk ke mall sebesar itu atau cafe sekelas middle up. Walau mace tersebut tidak bisa bilang, tapi pasti dari dalam hatinya dia malu berada di café/mall yang isinya orang-orang berpakaian rapih dan bagus. Bahkan bisa saja dia merasa disudutkan jika berpapasan dengan mata orang orang yang melihat penampilan dia. Sebenarnya kalo orang lain melihat kondisi seperti ini bukan pembantu kamu yang di judge, tapi kamu sebagai majikannya. Iyo to?

Kedua, sesampai di meja itu, mace tersebut tidak langsung dikasih bangku tapi dibiarkan berdiri saja dan keluarga tersebut malah asyik ngobrol tanpa berusaha mencarikan bangku tambahan. Mungkin karena kapasitas sofa yang mereka duduk itu penuh. Kira-kira 20 menit mace tersebut berdiri hingga waitress mengantarkan bangku tambahan. Setelah duduk, belanjaan di drop ke pangkuan wanita tersebut.

Ketiga, waktu itu kalo tidak salah, saya melihat anak kecil dari keluarga itu langsung minta pindah tempat duduk saat mace tersebut duduk disebelah kanan nya. Mungkin karena keberatan bersebelahan. Semoga saja saya salah. Tapi salah atau benar dugaan saya, saya cuma mau advise, sejak kecil didiklah anak anak untuk menghargai orang lain apapun latar belakangnya. entah itu, pembantu, sopir, tukang kebun, orang gila, pengamen, pengemis, babysitter dan lain lain. Jangan hanya sibuk di membantu menyekolahkan informal/nonformal (kursus) beribu ilmu dan talenta tapi soal attitude minus.

Soal hal ketiga ini saya jadi ingat didikan orangtua saya. Sebenarnya bukan soal rumah mewah/besar namun dikarenakan kebutuhan. Ketika kedua orangtua saya sibuk bekerja sejak saya kecil maka di rumah ada yang jaga dan bantu bantu atau bisa dibilang asisten rumah tangga yang kami panggil kakak. Ibu saya selalu menyuruh anak-anaknya panggil kakak ke siapapun yang bantu bantu di rumah. Waktu saya sudah beranjak SD ke SMP, di rumah masih ada yang bantu-bantu karena pada saat itu adik saya masih kecil dan perlu dijaga, saya selalu dipaksa mencuci piring sendiri sehabis makan dan jangan asal meletakan pakaian kotor biarpun ada kakak yang bantu bantu. Bahkan untuk membersihkan kamar mandi saja diberikan jadwal gantian ke anak anaknya tiap minggu. Walau dulu saya masih suka menggerutu. Tapi ternyata itu awal dari pembelajaran.

Saya juga melihat menu makanan yang diberikan di rumah oleh ibu saya tidak ada perbedaan tudung saji dengan yang diberikan ke kakak yang bantu bantu di rumah (setara). Jika kami makan ikan, dia pun makan ikan. Jika kami makan ayam dia pun makan ayam. Bahkan orangtua saya jika membeli baju ke anak anaknya, kakak itu pun dibelikan. Jika kami jalan jalan ke pasar kakak itu pun ikut. Jika kami makan di warung kakak itu pun ikut makan bersama. Tidak heran dari dulu banyak yang awet tinggal di rumah untuk bantu bantu. Bahkan bukan hanya soal asisten rumah tangga, tapi juga soal menghargai orang yang sudah gila. Waktu itu ada orang gila ibu-ibu tua yang beda komplek dengan rumah kami, ketika kami lewat dengan mobil, ibu-ibu itu suka menyanyi nyanyi dan tertawa sendiri di pinggir jalan. Hampir setiap hari. Waktu itu saya ketawa lihat tingkahnya kok bisa begitu dibiarkan, tanya saya, Lalu ibu saya bilang tra boleh begitu, nanti antarkan ubi di rumah dia ya. Ternyata ibu saya juga sering mengantarkan makanan ke ibu tua itu. Semestinya mereka juga ingin apa yang kami dirasakan kesempatan yang sama, jangan dilihat hanya karena seharurnya saya dikasih gaji setiap bulan, manusia adalah punya plus pikiran dari yang lainnya. Kembali lagi tentang mace kuning tersebut.

Keempat, setelah wanita tersebut duduk sejak kami meeting sampai meninggalkan cafe (45 menit) tidak ada sama sekali menu yang ditawarkan keluarga itu ke mace tersebut. Alhasil wanita itu hanya bisa memperhatikan meja lain, mengamati orang-orang yang sibuk makan dan tertawa di cafe itu, sambil dipegang kantong belanjaan. *Kidani iyo kike beu?-(oh tidak, siapa yang diwariskan hal seperti ini), frasa Bahasa Mee-Paniai. Ada orang yang bisa masuk ke cafe kelas middle up tapi beri segelas minuman/sepiring makanan saja untuk asistant tidak mampu?  Kalo kamu berat tuk belihkan dia sesuatu, kenapa jadikan dia sebagai penyemangat ko? Stop sudah jadi kurang ajar.

Akhirnya, melalui kisah di atas saya bukan mau memojokan siapa siapa, hanya berbagi cerita untuk melihat sebagian kecil realita orang jaman sekarang yang pola pikirnya sudah terbolak-balik. Sulitnya minta ampun tuk memanusiakan manusia lain, tapi sangat mudah memanusiakan hewan peliharaan. Barangkali mace kaos kuning tersebut masa depannya cerah dan harapan juga nanti, jika saya sudah punya uang segudang dan sudah saatnya butuh asistant rumah tangga, saya bisa mengingat hal ini melalui tulisan saya. dan semoga tidak terjadi hal serupa lagi. Amanai!

Catatan: 

Ko                 : kamu
Tong              : kita/kami
Dong             : mereka
Mace             : wanita
Amanai         : selamat (Bahasa mee)

*Kidani iyo kike beu?-(sesuatu yang dianggap tidak bernilai, siapa yang diwariskan hal seperti ini), frasa Bahasa Mee-Paniai. 

Dec 27, 2016

Para Penemu dan Ilmuan African-American

"Education is the key to unlock the golden door of freedom," George Washington Carver
Pinterest
Saya pernah dengar ada kalangan orang-orang tertentu yang beranggapan bahwa orang-orang berambut pendek adalah tipe orang yang pemekiran pendek bahkan tidak mampu untuk menginplemantasikan hasil karyanya dengan hasil yang memuaskan. Tentu saja tidak salah mereka mengandaikan sikap seperti demikian namun sebaliknya jika Paitua diatas (Tuhan) yang katakan langsung pernyataan seperti itu pantas, tapi itu pun tidak logis, bukan? Coba Anda renungkan hal ini sejenak pasti hasilnya tidak masuk akal sehat kan? ah itu dia!

Dalam hal ini, notabene kaum Afro-Amerika (African-American) yang dibawa ke Amerika sebagai budak sering dipandang sebelah mata. Mereka dianggap tidak memiliki kecerdasan. Bahkan hingga kini masih ada yang berpandangan bahwa mereka kaum Afro-Amerika hanya sekelompok orang yang suka membuat masalah, troublemaker. Ini berhubungan dengan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran yang memicu kejahatan dalam masyarakat Afro-Amerika.

Namun di antara kesemua hal itu, ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri, bahwa kaum Afro-Amerika juga punya andil dalam ilmu pengetahuan/sains, dimana hasil temuan mereka sangat berguna bagi umat manusia di belahan dunia. Siapa saja mereka? Simak Pace dan Mace berikut ini:



Emaze
Beberapa sejarawan telah melaporkan bahwa Edmond Berger seorang yang pertama kali menemukan busi pada 2 Februari 1839. Namun, Edmond Berger tidak pernah mematenkan hasil penemuannya. Tapi hasil karyanya sangat bernilai sampai sekarang. Meskipun hak paten untuk busi diberikan secara terpisah kepada Nikola Tesla, Richard Simms, dan Robert Bosch. Karl Benz juga merupakan salah satu yang dianggap sebagai perancang busi. 


www.gettyimages.com
George Washington Carver adalah seorang pakar botanik, orang pertama yang mengembangkan tanaman-tanaman alternatif seperti ubi jalar, kacang tanah dan kedelai, selain kapas yang pada saat itu (era perbudakan di Amerika Serikat) menjadi komoditi utama. Ia mengembangkan metode untuk memperbaiki tanah. Carver juga adalah org pertama yang menemukan bahwa legum(sejenis tumbuhan kacang polong) dapat mengubah nitrat kembali ke tanah. Karyanya berpengaruh penting terhadap perkembangan ilmu pertanian. Carver terlahir sebagai seorang budak di Missouri. Dia berjuang untuk memperoleh pendidikan, akhirnya lulus dari Iowa State University. Kemudian ia bergabung dengan fakultas Tuskegee Institute di Alabama. Tuskegee adalah tempat di mana ia melakukan eksperimen yang membuatnya dikenal banyak orang.


  
Thomas Jennings adalah seorang pengusaha binatu di New York, dalam kiprahnya di bidang ini, ia menemukan metode dry cleaning. Atas penemuannya ini, Jennings menjadi orang Afro-Amerika pertama yang memegang hak paten.



Norbert Rillieux adalah ilmuwan kelahiran New Orleans, dari pasangan petani berkebangsaan Prancis (ayah) dan ibu Afro-Amerika di New Orleans. Penemuannya adalah evaporator untuk proses kristalisasi/pemurnian gula.



Scholastic

Dr. Bath adalah yang menemukan Cataract Laser Probe, pengobatan katarak dengan metode laser. Metode pengobatan ini dapat menghilangkan katarak pada mata tanpa rasa sakit. Dr. Bath juga pendiri American Institute untuk pencegahan kebutaan. Dia merupakan dokter wanita Afro-Amerika pertama yang mendapatkan paten atas penemuannya.



The Black Inventor Online Museum
Ia adalah penemu Lampu Lalu Lintas dengan sistem otomatis, yang dapat meminimalkan kecelakaan, yang digunakan sekarang ini di hampir semua negara. Di samping itu ada juga hasil temuan Morgan yang lain, yaitu masker gas dan sistem pelurusan rambut.



Atlanta Black Star
Dean lahir di Jefferson City, Tennessee, dan memegang gelar sarjana dari University of Tennessee, gelar master dari Florida Atlantic University, dan gelar Ph.D. dari Stanford University. Dia memimpin tim ilmuwan IBM yang mengembangkan bus ISA, yaitu perangkat yang memungkinkan komponen komputer berkomunikasi satu sama lain dengan cepat, yang membuat komputer pribadi cepat dan efisien untuk pertama kalinya. Dean juga memimpin sebuah tim kerja hingga tercipta chip prosesor komputer - 1 GigaHertz yang muncul pertama kalinya.





Boykin, yang mengambil minat khusus dalam bekerja dengan resistor, mulai meneliti dan menciptakan sendiri. Dia mencari dan menerima paten untuk presisi resistor kawat pada 16 Juni, 1959. resistor ini kemudian akan digunakan di radio dan televisi. Dua tahun kemudian, ia menciptakan perangkat terobosan yang bisa menahan perubahan ekstrim dalam suhu dan tekanan. Perangkat, yang lebih murah dan lebih dapat diandalkan daripada yang lain di pasar, datang diminati oleh militer Amerika Serikat untuk missles dipandu dan IBM untuk komputer.

Pada tahun 1964, Boykin pindah ke Paris, menciptakan inovasi elektronik untuk pasar baru pelanggan. Penemuan yang paling terkenal adalah unit kontrol untuk alat pacu jantung. Ironisnya, Boykin meninggal di Chicago pada tahun 1982 sebagai akibat dari gagal jantung. Setelah kematiannya, ia harus 26 paten untuk namanya.

Beberapa dari antara mereka (Afro-America) ada lagi yang lainnya yang saya tidak dipostingkan. Jika anda tau selain penemu-penemu/ilmuan diatas, dengan senang hati, Anda dipersilahkan komen di kotak komentar dibawah, hanya tulis nama mereka saja sehingga kami bisa tambahkan. Easy, right?