Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Aug 13, 2017

PerSAMAan yang Mengharmonikan

Source: google/image/persamaan
Nopjr/Inspirasi - Hitam dan putih adalah warna yang paling berbeda, contoh lainnya adalah sama seperti air dan api. Memang berbeda, tetapi mengapa harus mencari sebuah perbedaan? Bukankah perbedaan adalah bagian dari persatuan? Bagaimana ada persatuan jika tidak ada perbedaan? Persatuan muncul karena adanya sebuah harmonisasi dari perbedaan, termasuk hitam dan putih. Contohnya? Lihat saja kutipan Tionghoa:  Yin dan Yang adalah konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.
Kata lain dari kutipan ini adalah meman manusia bisa mendiskripsikan hanya ada dua yakni, baik dan buruk. Orang yang dianggap baik belum tentu dalam inward/batinnya sebaik outward/sebelah luar sementara orang yang dianggap jahat belum tentu sejahat spiritualnnya. Jangan Anda dan saya berpikiran sempit (narrow-minded) menilah orang justru karena dia lakukan baik jadi pasti kita menyimpulkan dia adalah seorang baik adanya. Tra da, pasti ada salahnya karena kamu mempunyai kesempurnaan diatas rata-rata orang baik pun tentu orang tersebut ada celahnya (buruk) itulah sebabnya dunia ini orang ada hanya jahat saja tidak baik dan ada orang baik saja pun tidak baik kelihatannya, yang jelas ada campur membaur itu baru kelihatannya akan lebih menyenangkan. 
Kalo begitu mari kita sedikik telaah dari tuts-tuts piano! Mereka terdiri dari dua warna: hitam dan putih. Dua kombinasi warna yang bersatu. Bagaimana bisa tercipta nada-nada yang indah pada piano jika hanya tersisa tuts putih saja? Dan bagaimana jika hanya ada tuts hitam? Bukan nada-nada yang indah dari hitam dan putih menciptakan harmonisasi nada yang indah? Lalu apa gunanya mempertajam perbedaan jika pada akhirnya hanya memecahkan persatuan? Buat apa mempertajam perbedaan jika akhirnya hanya akan membuat jurang tanpa jembatan? Memang berbeda, tetapi satu.

Kalau kamu memainkan hanya putih melulu, apakah kedengarannya baik untuk di dengar oleh pendengar dan audience sekalipun? Atau sebaliknya? Anda dan saya jangan bikin inti hanya karena gara-gara perebutan arti Pancasila/Garuda. Ingat Garuda punya kita semua tidak tarik kesana-kemari dia (garuda) ingin kita bersatu sebagaimana arti yang dituangkannya. Tu saja mo!

Lalu bagaimanakah dengan hidup kita? Apakah kerap kali kita mempertajam perbedaan dan memecahkan persatuan? Ingatlah bahwa perbedaan bukanlah alat perdebatan yang bisa dipakai merusak persatuan!
Mari belajar dari piano, meskipun tuts nya berbeda, tetapi bisa menciptakan melodi persatuan yang indah jika dimainkan oleh pemusik yang tepat. Dan kitalah seharusnya Sang Pemusik itu, yang tidak sembarangan memainkannya, tetapi menciptakan sebuah harmoni. Hasilnya kita puas dengan iringan suaranya. Puans hidup kita disekitarnya.

Perbedaan itu indah. Jika kita tidak suka dengan perbedaan, kita jangan sekali-kali lontarkan suara ketujuh pelangi di langit itu indah saat kelihatan. Mari kita membawa pesan damai, mempererat persatuan, menjunjung perbedaan, dan menjaga kesatuan satu sama lainnya.

Kamu Indonesia saya papua: tidak
Kamu Kristen saya islam: tidak
Kamu miskin saya kaya: tidak
Kamu china saya melayu: tidak
Kamu OPM saya TNI/POLRI: tidak

Jawaban hanya #1 dari seluruh tulisan artikel ini: Equality/Persamaan

May 7, 2017

Penyesalan: Paniai Berdarah, Police's Christmas Gifts

Orang yang hidup dalam penyesalan tentang masa lalunya, tidak menarik untuk menjadi teman seperjalanan menuju masa depan. (Mario Teguh)


Anak dari Malang, Jawa Timur, Dani (7 tahun) berebut baju dengan kakak tirinya, Dina (8 tahun). Gara-gara sehelai baju, mereka berselisih dan tidak ada yang mau mengalah. Namanya anak-anak, kukuh dengan keinginannya. Melihat hal ini, ayahnya yang bernama Deny, tampak kesal dan menjadi emosi melihat anak-anaknya bertengkar.

Entah setan dari mana, tiba-tiba ayahnya dengan penuh  emosi langsung mengambil sepotong bambu. Lalu, Dani, anak laki-laki yang masih berusia 7 tahun ini, dihajar dan dipukuli berkali-kali dengan bambu. Terus dipukuli dan dipukuli sekenanya di tubuh anaknya ini. 

Ayahnya ini benar-benar sudah gelap mata! Darah yang mengucur di tubuh anaknya sama sekali tidak mampu membuka mata hatinya. Ayahnya semakin beringas dan kalap ketika ayunan bambu terus dan terus menghantam tubuh anak yang masih berusia 7 tahun ini!
"Yah, saya minta maaf...," dengan lirih Dani yang tergeletak berkata kepada ayahnya setelah habis dipukulinya.

Kemudian, dengan suara sangat pelan, Dani meminta es krim. Setelah mencicipinya, Dani menghembuskan napas terakhir. Dani tewas di tangan ayahnya!
Melihat kenyataan ini, ayahnya menyesali atas perbuatannya. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, penyesalan ayahnya sudah terlambat. Kisah nyata ini terjadi di Kota Malang pada tahun 2015 yang dimuat di Metrotvnews.com.

Andy Noya, pembawa acara Kick Andy di Metro TV, pernah mengalami penyesalan selama hidupnya. Dalam buku Andy Noya, "Kisah Hidupku" yang ditulis Robert Adhi Ksp, diceritakan bagaimana Andy Noya menyesali sebuah permintaan orangtuanya yang diabaikannya.

Pada tahun 1979, Andy Noya bersama orangtuanya tinggal di Irian Barat (sekarang Papua). Selama di Irian Barat, hidup Andy dan orangtuanya sangat kekurangan. Tinggal di losmen sempit yang masih berlantai tanah merah.

Pekerjaan ayah Andy pada waktu itu sebagai montir mesin tik. Semakin hari order servis mesin tik semakin sepi. Ditambah lagi ayahnya kini sakit-sakitan.

Suatu hari, Andy ingin menonton Sarung Tinju Emas, olahraga tinju yang sangat digemarinya. Tetapi entah kenapa, sore itu ayahnya tiba-tiba melarang Andy pergi. Ayahnya meminta agar Andy di rumah saja menemani ibunya.

Andy kecewa dan marah! Tidak biasanya ayahnya bersikap seperti itu. Andy bersikap tidak mau mengalah bahkan bersikukuh menonton tinju dengan cara membujuk ibunya agar diperbolehkan.
Akhirnya, ibunya dengan berat mengizinkan. Andy segera bergegas keluar rumah. Namun ketika Andy baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ibunya berteriak panik.
" An, papi, papi, tolong!"

Andy kaget, kemudian berbalik dan langsung menerobos pintu kamar ayahnya.
Dilihat ayahnya sudah tersungkur di lantai. Andy kemudian menolongnya. Mata ayahnya menatap Andy dalam-dalam, mulutnya komat-kamit seperti ingin menyampaikan sesuatu, tetapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Pada saat itu juga ayahnya meninggal di pangkuan Andy!

Dalam buku itu, Andy menulis, "Kalau ada yang masih kusesali sampai hari ini, ayah pergi dalam kondisi kami sedang bertengkar...."

Ahli kimia Alfred B Nobel (1833-1896)  asal Swedia, seorang penemu dinamit, mengalami juga penyesalan dalam hidupnya.

Pada tahun 1866, Nobel menemukan bahan peledak yang berfungsi untuk pengeboran, peledakan batu, pertambangan, dsb. Bahan peledak ini dinamainya dinamit. Bahkan kemudian dinamit ini memiliki detonator, alat pemicu ledakan.

Penemuan dinamit  ini mengilhami pihak militer untuk dipakai dalam perang. Faktanya memang dinamit dipergunakan sebagai senjata perang yang membunuh ribuan manusia di muka bumi.
Maka menyesallah Nobel atas penemuannya ini. Penemuan yang disalahgunakan yang membuat banyak orang menderita.

Akhirnya, dalam surat wasiat Nobel yang dipublikasikan pada tahun 1888, ia memberikan sebagian hartanya untuk dipergunakan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan perdamaian di dunia. Dari sinilah tradisi penganugerahan Hadiah Nobel yang berlangsung hingga sekarang!

Saya sebagai anak asli Paniai – Papua, saya selalu ingin tahu dengan kisah-kisah seperti contoh diatas yang tidak jauh berbeda dengan kisah tragedi (Paniai berdarah) Police’s Christmas gift.

(*)Letusan senjata diiringan jatuhnya puluhan warga akibat terbembus peluru di Lapangan Karel Gobay, Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai, dua tahun lalu, 8 Desember 2014 sekitar pukul 10:30 waktu setempat, menyisakan duka hingga kini. Sebanyak 18 warga sipil terluka. Empat siswa SMA dan seorang petani menghembuskan nafas terakhir. Tanggal itu, tak akan hilang dari benak masyarakat Paniai. Dihari naas tersebut, mereka kehilangan sanak keluarga. Maut dengan perantara timah panas, entah siapa pemiliknya, dipaksa menjemput mereka.

Alpius Youw (17) siswa SMA YPPK Epouto, Yulian Yeimo (17) siswa SMA YPPGI Enarotali, Simon Degei (18) siswa SMA Negeri 1 Enarotali, Alpius Gobai (17) siswa SMA Negeri 1 Enarotali tergeletak tak bernyawa. Selain keempatnya, Abia Gobai (28), petani dari Enarotali juga dijemput mau meski sempat dirawat di RSUD Madi, Paniai.

Beberapa korban ini adalah teman sebaya saya. Police’s Christmas gift seharusnya tidak seperti itu. Maksud saya kalau berikan kejutaan buat mereka janganlah training kayak ateis yang tidak tahu nama Tuhan sama sekali. Kan anak-anak SMA, mereka merayakan dengan sorak-sorai di pondok Natal mereka, sedangkan Aparat datang malam-malam tanpa lampu lagi.

Meman itu hak dan kewajiban anda sebagai penjaga dan pelayan masyarakat malah Aparat punya pikirannya kembali ke new-born. Tidak tahukah Anda bahwa Hari besar itu harinya Anda untuk mengamankan?bukan do bad things.

Penyesalan tadi akan diukir pelaku-palaku di Paniai berdarah 3 tahun silam.

Makna penyesalan

Psikolog Graham Loomes dan Robert Sugden mengemukakan tentang Teori Penyesalan (Regret Theory). Teori tersebut mengatakan bahwa penyesalan terjadi karena berbedanya antara yang diharapkan dengan kenyataan yang diterima.

Menurut Marc Muchnick dalam buku No More Regrets! Create  A Better Tomorrow Today (2011), disebutkan bahwa (1) penyesalan berkaitan dengan segala hal yang telah terjadi, namun kejadian tersebut sama sekali tidak diharapkan. Sebaliknya, (2) mengharapkan sesuatu hal terjadi, tetapi malah tidak menjadi kenyataan.

Kedua poin ini memiliki sisi yang sama, yaitu kegagalan. Gagal menolak kenyataan yang terjadi, gagal pula mendapat yang diingini. Hasilnya rasa kecewa yang berujung penyesalan.
Dari keempat kisah nyata Dani, Andy Noya, Alfred Nobel, dan Paniai Berdarah tampak terlihat adanya penyesalan dan rasa bersalah. Mereka menyesali apa yang sudah terjadi. Akibatnya, timbul rasa bersalah pada diri sendiri.

Rasa bersalah

Psikolog Clyde M Narramore dari Columbia University membagi dua jenis rasa bersalah, yaitu rasa bersalah obyektif dan rasa bersalah subyektif. Rasa bersalah obyektif terjadi karena melanggar hukum. Sedangkan rasa bersalah subyektif terjadi karena timbul rasa bersalah pada diri sendiri.

Narramore juga membagi rasa bersalah dalam beberapa karakteristik, di antaranya perasaan depresi (feeling of depression), sebuah perasaan bersalah terus-menerus yang menyalahkan diri sendiri. Kemudian ada yang disebut penghukuman diri sendiri (self-condemnation), terus-menerus mengutuk diri sendiri karena telah melakukan kesalahan.

Penyesalan dan rasa bersalah memang sulit dipisahkan. Tetapi menurut psikolog Agustine Dwiputri, penyesalan tidak selalu sama dengan kesalahan. Justru kita bisa belajar dari kesalahan yang dilakukan, artinya tidak perlu timbul rasa sesal. Kompas.com/psikologi

Penyesalan benih depresi

Sejauh mana penyesalan yang diidap seseorang tergantung karakteristik masing-masing individu. Apabila seseorang memiliki sifat optimistis, biasanya tidak mudah larut dalam penyesalan.
Menyesal ya, tetapi segera memperbaiki diri agar tidak mengulang yang sama. Sebaliknya, yang memiliki sifat pesimistis, biasanya mudah larut dan bisa berkepanjangan tanpa akhir yang berujung depresi.

Berikut adalah dampak penyesalan berkepanjangan yang akan merugikan diri sendiri.
Stress (perasaan tertekan dan bersalah), Trauma (perasaan takut bila menghadapi hal yang sama), Menyalahkan diri sendiri, Menyalahkan orang lain, Menyakiti diri sendiri, Tidak memiliki semangat hidup, Timbul berbagai penyakit, Hubungan sosial rusak (menarik diri dari pergaulan), Sering putus asa, Tidak percaya diri, Gangguan mental yang disebut depresi. Di kutip dari berbagai sources.

Mengatasi penyesalan

Penyesalan memang datang selalu belakangan. Tetapi, menyesali peristiwa yang sudah terjadi dan tidak bisa diulang kembali, merupakan perbuatan yang sia-sia.
Cara untuk mengatasi penyesalan adalah berani menghadapi kenyataan, dengan demikian bersikap optimistis dan berpikiran positif.

Menurut psikolog Agustine Dwiputri yang dikutip dari Kompas (9 April 2016) dan juga dikutip dari berbagai sumber, cara mengurangi penyesalan, yaitu:

1. Bebaskan diri dari ikatan penyesalan dan miliki keberanian untuk mengambil arah baru dan mengubah sekaligus menghentikan hal-hal yang merugikan diri sendiri. 2. Tidak mengulangi kesalahan yang sama atau tidak lagi melakukan perbuatan yang berujung penyesalan. 3. Berdamailah dengan diri sendiri. Bebaskan cengkeraman ikatan emosional masa lalu yang membebani dan menyiksa diri sendiri. 4. Yakini dan miliki kepercayaan diri mampu mengatasi situasi serta yakin mampu menghadapi tantangan hidup masa depan. 4. Jangan selalu mengeluh dan menyalahkan orang lain. Saat mampu berhenti mengasihani diri sendiri maka perasaan menyesal akan mereda. 5. Hindari orang-orang yang hanya "meracuni" saja, yang hanya membuat hidup menjadi pasif. Sebaliknya, bergaullah dengan orang-orang yang berpikiran positif, optimis, selalu memberi semangat. Sehingga hidup menjadi termotivasi, percaya diri, bahagia. 6. Yakini masalah apa pun pasti berlalu. 7. Dekatkan diri dengan Tuhan dan mohon pengampunan-Nya, sehingga jiwa menjadi tenang. 8. Jadikan penyesalan ini sebagai pembelajaran hidup.


* Saya tidak menyimpulkan penyesalan atas penembakan/pembunuhan dari Aparat RI terhadap masyarakat Paniai. Kejadian seperti ini lebih ke arah pengampunan dari religius.

Jan 26, 2017

Manfaat bagi Mace-mace dong Memiliki Pace-pace Kutu Buku

www.sil-lead.org

Nopjr.com/Psikologi - Pace kutu buku identik dengan sifat yang introvert (bukan) pemalu dan susah untuk didekati, apalagi dipahami jejaknya. Karena itu, banyak mace yang justru menghindari pace seperti ini. Apalagi untuk dijadikan pacar. Sayangnya, pacar kita salah satu pace kutu buku. Semakin kita dekat dengannya, banyak fakta menarik soal pace jenis ini, seperti apa mereka?

1. Setia
Pace-pace kutu buku terbilang setia dengan pasangannya. Baginya, Mace-mace merupakan seseorang yang wajib mendapatkan perhatian dan perlindungan. Seperti ketika mereka menyukai suatu buku, mereka akan mencurahkan seluruh waktunya untuk bersama mace-mace yang mereka sayangi.


2. Lebih Banyak Waktu

Tampilannya yang serius dan Introvert membuat pace-pace kutu buku dong biasanya tidak memiliki banyak teman. Dong lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama kekasihnya dibanding bersama orang lain.

3. Berwawasan Luas
Memiliki Pace kutu buku akan membuat wawasan kita bertambah. Secara tidak langsung dalam setiap percakapan, dan dia pace pasti akan memberitahu kita tentang hal baru. Hal ini membuat kita tidak cepat merasa bosan saat mengobrol dengannya. Karena, dia pace tidak pernah kehabisan topik pembicaraan.

Pria (Nerd) Kutu Buku, Keunikan bagi Wanita atau Pasangannya

Ilustrasi
Nopjr.com/Psikologi – Laki-laki Nerd/kutu-buku memang terbilang kurang menarik untuk dijadikan kekasih. Belum lagi cara mereka bicara yang sering kali gugup dan tak percaya diri. Hal yang demikian membuat perempuan hilang minat. Dibandingkan lelaki trendy yang selalu berbusana dengan gaya modern, 
Namun, tunggu dulu. Sebab, uraian berikut akan menjabarkan sejumlah kelebihan para pria kutu buku dan mengapa mereka patut dipertimbangkan sebagai pasangan hidup Anda. Check it out:

1. Pribadi yang baik
Pria kutu buku memiliki citra gasal, tidak bisa bersosialisasi, dan sebagainya. Namun, sebenarnya, di balik hal-hal tersebut, tersimpan pribadi positif yang mengagumkan, seperti hati yang baik, penolong, memiliki empati tinggi, konsisten dengan tujuan, senang membahagiakan pasangannyada, dan KASIH yang tak terbatas.
  
2. Pintar
Perempuan mana yang tidak menyukai laki-laki pintar dan berwawasan luas. Lebih baik memiliki kekasih berpenampilan biasa saja, tapi saat diajak bicara mengasyikkan dan nyambung! Sebab, memiliki kekasih yang tampan tapi tidak tahu apa-apa, percuma juga. 

3. Setia
Memang tidak ada yang bisa menjamin kesetiaan seseorang. Namun, pria kutu-buku terbilang sangat setia dengan pasangannya. Sebab, bagi mereka, istri atau kekasih merupakan seseorang yang patut mendapatkan perhatian dan perlindungan ekstra. Seperti halnya, ketika mereka menyukai suatu mata pelajaran atau pekerjaan, mereka akan ‘menumpahkan’ seluruh waktu dan konsentrasi pada minatnya tersebut.

4. Gentleman
Di talk show, presentasi, pidato atau teman sendiri, banyak sekali lelaki kutu-buku yang sering berperilaku gugup atau kaku saat berhadapan dengan orang lain. Namun, jika Anda sudah mengenal mereka dengan baik, sebenarnya mereka adalah sosok gentelman yang hangat dan senang mendahulukan kepentingan orang lain lebih dulu.

5. Tak menuntut kesempurnaan
Tidak seperti lelaki metroseksual yang gemar berdandan, pria kutu-buku memiliki standar kecantikan perempuan yang realistis. Mereka menerima kekurangan sebagaimana mereka menanggapi kelebihan dari seseorang.

Jadi, para lelaki kutu-buku tak akan mempermasalahkan bentuk alis Anda yang kurang seimbang, rambut berminyak, atau padu padan busana yang tidak beraturan. Bagi mereka, Anda adalah salah seorang perempuan yang sempurna.

6. Masa depan cerah
Dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata, tak dimungkiri kebanyakan dari pria kutu-buku memiliki pekerjaan yang menjanjikan. Lebih dari itu, saat mereka bekerja, perusahaaan lebih mempercayakan posisi strategis kepada mereka. Alasannya, tentu saja kemampuan pria kutu-buku yang lebih bisa diandalkan dibandingkan karyawan lainnya.

7. Lebih banyak waktu untuk Anda
Lelaki kutubuku tak memiliki banyak teman, sehingga mereka memiliki banyak waktu untuk Anda. Mereka lebih senang menghabiskan waktu dengan pasangan yang mereka sayangi. 

Tarik dari berbagai artikel

Jan 14, 2017

Ketahuilah Tanda-tanda Stres dan Cara Mengatasinya


Stress: http://healthyblackmen.org/
Nopjr.com/PSIKOLOGI - Merasakan cemas, tidak nyaman, tertekan adalah hal yang normal bagi manusia. Terlebih bagi kita yang punya segudang aktivitas dan hormonnya lagi naik turun, stres sudah tidak asing lagi. Berhadapan dengan banyak tugas, ujian, dan berbagai masalah pikiran membuat tubuh jadi rentan terhadap stres. Tapi, stress is not always a bad thing. Jadikan sebagai motivasi untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan stres itu sendiri.

Sebelumnya, kamu sudah tahu belum sebenarnya stres itu bagaimana? Coba kita telusuri.

Stres? apa itu!

Perasaan tertekan atau stres digambarkan sebagai perasaan terbebani, tegang, dan khawatir. Stres ini merupakan respon tubuh terhadap perubahan yang terjadi di sekitar. Jadi, ini bersifat sangat alami. Meskipun bisa dianggap wajar, tapi kalau sampai berlebihan tentunya berdampak buruk pada tubuh dan psikis.

Apa gejala-gejala kalau kamu stres (tertekan)?

Sebenarnya tanda-tanda itu tidak terlalu terlihat untuk dikenali, kecuali stresnya sudah tingkat tinggi. Waktu menghadapi momen yang bikin stres, biasanya tubuh merespon dengan mengaktifkan nervous system dan melepas hormon adrenalin dan kortisol ke seluruh tubuh. Kedua hormon ini menyebabkan perubahan fisik dalam tubuh yang membantumu bereaksi dengan cepat dan efektif untuk melewati kondisi tekanan.

Tanda-tanda yang menandakan stress pada orang:



Sesudah mengetahui gejala-gejalanya, kamu juga sebaiknya tahu beberapa macam tipe stres. Tipe di bawah ini diklasifikasikan berdasarkan tingkat akutnya, dari yang normal sampai kronis. Apa saja mereka?

Ada dua macam tipe stess:

Distress Akut

Ini adalah jenis stres yang paling umum dan sering dirasakan. Stres ini membuat kamu jadi ketakutan dan bingung, misalnya saat menjalani ujian dadakan atau mau interview untuk magang. Sifatnya mudah diidentifikasi dan jangka pendek, jadi hanya sementara. Misalnya peningkatan denyut jantung, sesak napas, keringat berlebih, serta tangan dan kaki terasa dingin.

Distress Episodik Akut

Kalau ini, biasanya dialami orang yang menghadapi situasi stres berkelanjutan. Orang dengan tipe stres ini sering menuntut banyak hal (yang sebenarnya tidak perlu) pada diri sendiri sehingga merasa tertekan. Akhirnya, jadi mudah marah dan gelisah, migrain, juga tegang. Contohnya, saat memasuki sekolah baru dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Distress Kronis

Jenis stres ini terjadi karena seseorang merasa tertekan dan cemas berkepanjangan. Biasanya berasal dari kejadian yang tidak dapat dikontrol, seperti menurunnya kondisi ekonomi, kehilangan orang terdekat, atau trauma masa kecil. Jika tidak segera diatasi, dapat berakibat buruk pada kesehatan baik fisik maupun mental. Hal ini dapat berujung pada depresi hingga kecenderungan untuk bunuh diri dalam kasus yang sangat ekstrem. Selain stress management, stres tipe ini membutuhkan perawatan secara medis.

Ilustrasi


Jika gejala stres yang kamu rasakan sudah mulai mengganggu, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan. Jangan malah semakin menutup diri ya. Coba sharing ke keluarga, mungkin kakak atau mama bisa memberikan solusinya. Tidak ada salahnya juga meminta saran pada guru dan teman yang kamu percaya.

Sebetulnya kalau kamu bisa maintain perasaan cemas dan ketakutan berlebih yang dirasakan, stres tidak akan bertahan lama. Tapi ada beberapa cara agar kamu bisa mengurangi tingkat stres. Silakan mencoba!

1. Ambil nafas dalam-dalam

Mengatur nafas panjang akan membuat detak jantung dan nadi berdenyut normal. Otot tubuh dan wajah pun jadi lebih rileks.

2. Selalu bicara positif

Dengan mengucapkan ‘mantra’ positif ke diri sendiri akan membuat kamu lebih yakin dan semangat. Misalnya “Saya pasti bisa mengerjakan soal UJIAN dengan lancar.”. Kalau sudah mengalami kegagalan? Katakan “Hari ini saya gagal. Tapi saya akan BANGKIT untuk terus MENGEJAR cita-cita.”.

3. Makan dan tidur dengan baik

Makan sehat dan teratur serta tidur cukup akan menjernihkan pikiranmu. Coba praktekkan tidur 8 jam dalam sehari. Mulai sekarang, coba deh makan makanan sehat, dimulai dari almond, yoghurt, buah, dan teh hijau. Kalau pelan-pelan dibiasakan, tentu akan jadi good habit untukmu ke depannya.

4. Tenangkan pikiran

Cari kegiatan yang bisa membuat pikiran tenang seperti yoga, mendengarkan musik, mewarnai, atau bermain dengan binatang peliharaan.

5. Rekreasi

Ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menangkal stres. Dengan melihat ‘lingkungan’ dan suasana baru, kamu akan jauh lebih rileks. Selain itu, rekreasi akan menjauhkanmu dari kejenuhan dan mendapat kesenangan. (berbagai sumber)

Jan 6, 2017

Kombinasi antara Introvert dan Ekstrovert adalah Ambivert

Ilustrasi: Persatuan Introvert + Ekstrovert = Ambivert
Nopjr.com/Psikologi - Beberapa dari kita sudah mengenal sebutan introvert dan ekstrovert untuk menunjukkan kepribadian seseorang. Secara umum introvert bisa digambarkan sebagai pribadi yang lebih suka sendiri (meyendiri) dalam berbagai aktivitasnya. Sedangkan ekstrovert adalah pribadi yang lebih senang bergaul dengan sebanyak mungkin orang. Jadi, bagi mereka yang berada di tengah-tengah kedua kepribadian itu disebut sebagai ambivert.

Orang ambivert adalah orang yang mempunyai sifat kombinasi antara introvert dan ekstrovert. Apa saja ciri mereka yang ambivert?

1.Pendengar dan pembicara yang baik. 
Introvert cenderung menjadi pendengar yang baik namun “sulit berbicara” sedangkan ekstrovert cenderung menjadi pembicara yang baik namun “sulit mendengarkan”. Ambivert mampu mengkombinasikan kedua hal tersebut dengan baik. Mereka mampu mendengarkan orang lain dengan kemampuan menyampaikan pendapat yang sama baiknya.

2. Tidak masalah sendiri maupun bersama orang lain. 
Jika introvert senang dalam kondisi sepi sendirian dan ekstrovert selalu membutuhkan teman, maka ambivert bisa melakukan kedua hal sama enaknya. Sendirian tidak masalah, bersama orang lain pun bisa bikin mereka bahagia. Ini adalah kondisi yang sangat menyenangkan karena menunjukkan tingkat adaptasi yang tinggi. Orang ambivert bisa bekerja sendiri atau dalam tim dengan hasil sama baiknya.

3.Cukup mandiri. 
Ekstrovert senang mendapatkan bantuan dari orang lain. Introvert cenderung ingin melakukan apapun sendirian. Ambivert berada di tengah-tengah dimana mereka cukup mandiri namun tidak masalah menerima bantuan orang lain.

4.Problem solver yang brilian. 
Menyelesaikan masalah (problem solving) memerlukan kemampuan mendengarkan dan berbicara yang seimbang. Output yang dihasilkan akan lebih bersifat menyeluruh saat ambivert sedang menyelesaikan masalah. Ambivert bisa berdiskusi dengan orang lain dan menganalisis nya sendiri sehingga tercipta jalan keluar yang bisa diterima semua pihak.

5.Pemimpin yang ideal. 
Dengan mampu berperan sebagai pendengar dan pembicara yang baik dan didukung kemampuan problem solving mumpuni, ambivert adalah tipe pemimpin ideal. Mereka bisa menempatkan diri kapan harus sendiri dan kapan harus bersama orang lain.

Jelas bahwa, ambivert adalah tipe/orang “tengah” yang enak diajak bergaul namun tidak masalah dengan kesendirian. [amerikanki.com]

Nov 26, 2016

Karakter Orang Berdasarkan Jurusan pada Kuliah

Karakter adalah ketika tidak ada orang memperhatikan tingkah laku anda (tempat tersembunyi)Dwight L.Moody

Ilustrasi: In donesians' President
Nopjr.com/PSIKOLOGI - Melihat karakter seseorang adalah salah satu bagian dalam kehidupan manusia untuk menilai ciri-ciri/kebiasaan yang dia lakukan dalam rutinitasnya. Ada banyak cara yang biasanya orang-orang belahan dunia menebak seseoarang hanya dengan melihat mata ada pula melalui budaya setempat. Juga, cara jalan, berbicara, dan lain-lain. 

Sebuah penelitian ternyata menunjukkan bahwa pilihan jurusan saat kuliah menunjukkan karakter pribadi. Seperti disarikan dari msn.com, ini diantaranya :

1.Jurusan Kedokteran. Ini adalah tipe penyuka ilmu pengetahuan, good planner, pekerja keras namun juga bisa “berbicara” dengan orang lain.

2.Jurusan Sejarah. Tipe yang ingin mengetahui segala sesuatu hingga detail, mempunyai imajinasi kreatif serta mencintai dunia nyata.

3.Jurusan Teknik. Tipe kreatif, hobi “bongkar pasang” alias coba-coba, serta penganalisis yang tajam.

4.Jurusan Manajemen Bisnis. Orang yang memilih jurusan ini mempunyai ciri cerdas baik secara kognitif maupun mental, outgoing, gemar berinteraksi dengan banyak orang serta tidak mau berpangku tangan.

5.Jurusan Psikologi. Mereka adalah tipe penganalisis, sensitif, berempati pada orang lain dan menganggap banyak hal di dunia ini yang “tersembunyi” sehingga harus dicari tahu.

6.Jurusan Pendidikan. Ceria, peduli dengan orang lain serta mampu membuat konsep sulit menjadi mudah dimengerti.

7.Jurusan Matematika. Mereka adalah tipe yang sabar memecahkan problem yang ruwet sekalipun. Pembawaannya pun tenang dengan kemampuan analisis yang baik.

8.Jurusan Fisika. Mereka adalah orang cerdas, selalu penasaran dengan teka-teki serta ingin tahu dengan segala sesuatu.

9.Jurusan Desain. Mereka adalah tipe yang praktis, kreatif, senang dengan keindahan serta mampu membuat segala sesuatu menjadi lebih baik.

10.Jurusan Ilmu Politik. Mampu melihat problem secara 3600  dengan komprehensif, bangga dengan diri sendiri, problem solver serta mempunyai kemampuan berdebat yang kuat.

11.Jurusan Seni. Spontan, mampu mengekspresikan diri secara “nyeni”, risk taker, serta mampu menemukan sisi lain dalam sebuah kehidupan.

12.Jurusan Bahasa Asing. Tipe petualang, senang mempelajari hal baru, dan selalu ingin tahu.

Yang manakah Anda merasa seperti itu? Semoga!

Nov 12, 2016

Menjelajahi di Facebook Bisa Mengungkap Kondisi Kejiwaan Kita

Ilustrasi. Sumber: odyssey.com

What's on your mind (Apa yang ada dalam pikiran Anda?) demikian  Facebook menyapa kepada para penggunanya yang berjumlah kurang lebih 1,8 miliar.

like this

Pertanyaan seperti ini pula yang diajukan para psikolog ketika memulai konsultasi dengan para relasi. Secara naluriah kita juga mengajukan pertanyaan serupa kepada kawan atau anggota keluarga yang sepertinya sedang memiliki masalah.

Kegiatan kita di media sosial bisa mengungkap kondisi kejiwaan dan tak mengherankan jika para ahli sekarang juga mencermati status, catatan, dan bahkan apa saja yang kita bagikan di media sosial untuk menganalisa kondisi mental kita.

Kajian terhadap 667 pengguna Facebook di Amerika Serikat menunjukkan orang-orang yang ekstrover (orang terang-terangan ekspresif.) cenderung menulis pesan atau mengunggah hal-hal yang terkait aktivitas sosial dan kehidupan sehari-hari dan mereka ini melakukannya relatif sering-sering.

Orang-orang yang punya kepercayaan diri yang rendah biasanya mem-posting pacar atau pasangan yang romantis, sementara yang terkena narsisime lebih sering memamerkan keberhasilan mereka.

Atau memamerkan diet atau kegiatan mereka untuk menurunkan berat badan.
Kajian lain memperlihatkan orang-orang yang banyak mengunggah selfie biasanya lebih narsisistik dan psikopatik dan mereka yang memoles foto secara digital boleh jadi punya kepercayaan diri yang sedikit.

Media sosial sebagai pengobatan?

Pernah marah-marah dan melampiaskan emosi/emoji di Facebook, Twitter dan Medsos lainnya dengan harapan tindakan ini bisa meredakan suasana hati? Mungkin Anda mengira mengeluarkan kemarahan di media sosial akan membantu menenangkan kondisi mental, namun para ahli di Meksiko memperingatkan media sosial bukan terapi atas persoalan kejiwaan.

Para ahli memantau twit untuk mengetahui para pengguna yang mungkin akan melalukan bunuh diri.

Artinya, Anda harus memikirkan kemungkinan bahwa mengomel di Facebook atau Twitter mungkin saja akan membuat suasana hati Anda lebih parah lagi.
Tapi kemarahan di media sosial juga punya sisi positif.
Para peneliti di Australia menelusuri cuitan untuk 'memindai orang-orang yang berisiko' melakukan bunuh diri, seperti yang dilakukan akademisi Helen Christensen.

Ia dan timnya dengan menggunakan program khusus memantau twit dan menggolongkan cuitan mana saja yang memerlukan perhatian khusus, misalnya dengan memberitahukan risiko bunuh diri kepada keluarga, dokter, atau psikolog.

Di internet juga sudah banyak muncul komunitas online yang memantau posting yang dinilai mengisyaratkan kemungkinan seseorang melakukan bunuh diri dan komunitas ini kemudian menawarkan bantuan kepada yang bersangkutan.

Para peneliti tidak hanya memantau aktivitas di media sosial, bahkan ketika tiba-tiba ada yang 'menghilang dari jagad media sosial' para ahli bisa menyimpulkan bahwa seseorang sedang atau tengah mengalami depresi.

Girang dan sedih

Hal lain yang dilakukan para pakar adalah mengukur kebahagiaan dengan memantau twit berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Arab, dan bahasa Indonesia.

Ini dilakukan oleh tim peneliti yang tergabung di Hedonometer Project yang menggunakan aneka teks dari Twitter, surat kabar, Google Books, dan bahkan judul film untuk mendapatkan suasana hati pemakai media sosial.

Mereka mengumpulkan 10.000 kata yang paling banyak dipakai dan kemudian menilai tiap kata berdasarkan skala positif-negatif.

Tim di proyek tersebut sekarang memakai pendekatan ini untuk menganalisis tingkat kebahagiaan pengguna Twitter. Mereka juga menganalisis bagaimana kebahagiaan atau kepuasaan terkait dengan faktor lain seperti status sosial ekonomi, geografi, dan demografi.

Jadi, apa yang kita baca dan bagikan di media sosial tanpa kita sadari sebenarnya adalah pintu masuk tentang apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan benak kita

Artikel asli dalam. Artikel ini ditulis dari berbagai sumber.

Cara Mudah Tingkatkan Kualitas Mental

Foto: Ilustrasi. Afrika selatan comedian Trevor Noah 
Memiliki mental yang berkualitas sangat diperlukan oleh seseorang agar dapat berpikir jernih, memiliki jiwa yang sehat, hidup bahagia, atau dapat mencapai tujuan hidupnya.

Seorang Life Coach, Lukas Schwekendiek mengungkapkan, ada 8 cara untuk meningkatkan mental yang sehat atau berkualitas.

Cara tersebut adalah kebiasaan sehari-hari yang ia temukan dari para CEO sukses dan ahli pengembangan kepribadian.

1. Jujur

Besikaplah jujur dalam menjalani kehidupan, baik jujur terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kejujuran bisa dengan mengakui sebuah kebenaran, kemudian membuat pilihan terbaik. Kejujuran akan membuat hidup lebih baik.

2. Tersenyum

Ada pendapat mengatakan, senyuman dapat mengubah dunia. Tak hanya membuat hidup Anda lebih bahagia, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda yang mendapatkan senyuman itu. Berikanlah senyuman yang tulus kepada orang-orang di sekitar Anda.

3. Hidup sehat

Menjaga kesehatan jiwa tak terlepas dari kesehatan tubuh Anda. Jangan lupa untuk konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur untuk kesehatan fisik sekaligus mental.

4. Meditasi

Lakukanlah meditasi untuk menenangkan diri. Meditasi bisa dilakukan 30 menit sehari atau total dua jam meditasi selama seminggu.

5. Menikmati udara segar

Pergilan berjalan-jalan ke taman atau tempat yang dikelilingi keindahan alam dan udara segar. Hanya 10 menit saja sehari, sudah bisa membantu melepaskan penat dalam pikiran.

6. Mengucapkan salam

Mengucapkan salam, menyapa setiap orang yang Anda temui saat memulai hari sangat baik untuk meningkatkan kesehatan mental. Menyapa orang banyak dapat meningkatkan rasa percaya diri.

7. Ingat tujuan hidup atau impian Anda

Luangkanlah waktu hanya lima menit sebanyak dua kali sehari untuk meneguhkan kembali apa tujuan, impian, atau keinginan Anda dalam kehidupan. Sebagian besar orang tidak mencapai tujuannya bukan karena tidak berbakat atau terlalu malas, tetapi karena melupakan tujuan itu.

8. Tertawa

Jangan lupa bahagia! Bersenang-senanglah yang bisa membuat Anda tertawa lepas. Jadilah diri sendiri, bersenda gurau bersama teman-teman, atau pergi jalan-jalan ke tempat yang Amda sukai.

Jangan membuang waktu hari Anda dengan emosi negatif. Ingat, apakah Anda sudah tertawa hari ini? Semoga.